Showing posts with label Islami. Show all posts
Showing posts with label Islami. Show all posts

Saturday, 20 September 2014

Kebahagiaan Hakiki

“Sesungguhnya orang-orang yang tidak mengharapkan pertemuan dengan Kami, dan merasa puas dengan kehidupan dunia serta merasa tenteram dengan kehidupan itu dan orang-orang yang mereka itu lalai dari ayat-ayat Kami. Mereka itu tempatnya neraka, disebabkan apa yang selalu mereka kerjakan.” (QS Yunus [10] : 7-8)
Orang-orang yang tidak berharap berjumpa dengan Tuhannya, pada hakikatnya mengingkari Hari Akhir, karena mereka menganggap kematian merupakan akhir dari segalanya.
Mereka yang tidak meyakini adanya Kehidupan Akhirat dan beranggapan bahwa tiada kehidupan setelah kematian, sehingga mereka merasa tenang dan tentram dengan kehidupan yang sekarang. Mereka menganggap bahwa kesenangan dan kebahagiaan yang saat ini mereka rasakan merupakan kesenangan dan kebahagiaan yang sesungguhnya. Dan tentu saja karena semua anggapan yang keliru itu, mereka pun tidak tertarik untuk memikirkan ayat-ayat Tuhannya. *]
Laa hawla wa laa quwwata illa billah
This entry was posted in

Sunday, 26 May 2013

CONTOH SURAT IKRAR WAKAF



SURAT PERNYATAAN IKRAR WAKAF
Yang bertanda tangan di bawah ini :
N a m a
Tempat tanggal lahir
Jenis kelamin
Agama
Pekerjaan
Alamat
No. Identitas/KTP
:     Mustapha Burekso
:   Islam
:   Laki-laki
:  :   Islam
:    Presiden
:    Desa Tetel Kec.Pengadegan RT76 RW23
:    1919191919191919

Pada hari ini, hari senin tanggal 23 desember 2050 saya berikrar untuk  mewakafkan
1.000.000 Al Qur’an untuk keperluan Pondok Pesantren Tetelus Mundus.

Friday, 12 April 2013

Manfaat Binatang Yang Halal

            Di dalam kehidupan makan adalah sebuah hal yang sangat penting bagi semua mahluk hidup.Lah apakah manfaat dari kita memakan Binatang yang Halal ? akan saya sebutkan di bawah ini :

1.Dapat menyehatkan badan dan terpenuhi kebutuhan protein,gizi,dan kalori,sehingga badan tumbuh sehat dan berkembang dengan baik.

2.Dapat terhindar dari penyakit,sebab binatang yang halal dapat mendatangkan manfaat kesehatan.

3.meningkatkan kesucian jiwa.
This entry was posted in

Monday, 28 January 2013

Khusnudzon


I.PENDAHULUAN

Khusnudzon
“Begitu indahnya bila kita memiliki hati yang bersih, pikiran yang selalu positif, dan tindakan yang lurus. Kita akan memandang diri kita penuh dengan rasa syukur. Apapun yang kita miliki dan terima, semua dikembalikan lagi kepada Allah. Karena Allah akan memberikan nikmat yang lebih banyak lagi bila hamba-Nya bersyukur pada-Nya. Itulah janji Allah, yang tak akan pernah diingkari oleh-Nya. La in syakartum La aziidannakum (Jika kalian bersyukur, niscaya Aku (ALLAH) akan menambah rizkimu)…QS.14 : 7
Dengan pikiran yang jernih, kita pun tidak terlalu banyak menuntut orang lain untuk berbuat begini dan begitu sesuai dengan yang kita inginkan. Pikiran kita tidak melulu menuntut tapi selalu memberi perhatian dan toleransi pada orang lain dan berusaha mengerti keadaannya walau bagaimanapun.
Husnudzon atau berbaik sangka pada siapapun adalah kunci kita bisa membangun hubungan baik dengan orang lain. Rasulullah pun pernah mengatakan bahwa tingkatan ukhuwah yang paling rendah adalah husnudzon. Sedangkan yang tertinggi adalah itsar (mendahulukan kepentingan orang lain dibanding kepentingan sendiri)
Artinya, bahwa sebuah ukhuwah (ikatan persaudaraan) akan terjalin indah bila satu sama lain saling mengerti dan memahami. Tidak pernah terpikir dan terbersit perasaaan dendam, iri atau kesal dengan perilaku orang lain. Jangankan dengki, iri saja pun tidak diperkenankan oleh Allah. Bila kita sudah ada rasa su’udzon, berarti kita sudah melewati syarat sebuah ukhuwah dapat terwujud.
Bagaimana kita bisa itsar kalau husnudzon saja terasa begitu sulit?
Bagaimana kita bisa mengalah demi orang lain jika berbaik sangka saja rasanya begitu susah?
Husnudzon terlihat seperti perkara yang mudah, namun ternyata faktanya sangat sulit diaplikasikan. Lebih mudah bersu’udzon (berburuk sangka) dibanding berbaik sangka. Karena memang syetan terus menghembuskan nafsu dan egoisme kita untuk melihat kesalahan orang lain seperti melihat gajah di pelupuk mata, dan mencari kebaikan orang lain seperti mencari semut hitam di atas batu hitam (pas malem-malem, mati lampu pula)
Contoh kecil saja seringkali kita alami. Misalnya ketika kita melihat ada orang lain yang perilakunya tidak kita sukai, maka kita seakan-akan langsung berpikiran negatif bahwa orang itu memang mengada-ada, suka cari perhatian, atau piktor piktor lainnya (piktor = pikiran kotor). Padahal, bisa jadi dia melakukan itu karena terpaksa atau tidak sengaja. Kita sebaiknya memikirkan 40 alasan yang mendasari ia bisa berbuat seperti itu dan mencoba memahaminya.
Yang terjadi seringnya kita malah ghibah alias gosssip(membicarakan keburukannya pada orang lain) dan tidak mau berusaha memberi kesadaran pada orang itu. Kalo kita hanya sekadar bisanya cuma bergosip gosip show (yang semakin digosok semakin siiip), maka orang itu tidak akan pernah tau dan menyadari bahwa dirinya mungkin pernah berbuat salah. Dalam Al Qur’an surat Al Hujurat ayat 12 dijelaskan :
“Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka. Sesungguhnya sebagian dari prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebagian kamu menggunjingkan sebagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.”
Masya Allah, begitu buruknya analogi orang yang suka menggunjingkan orang lain, seperti memakan bangkai saudaranya sendiri. Bahkan ada juga yang mengatakan bahwa kalau kita ngomongin orang, maka dosa orang itu akan diambil sama kita. Jadi dosanya bisa-bisa double, malah triple.
Terlepas dari seberapa besar dosa yang akan kita dapatkan dengan kita selalu berburuk sangka dan mencari-cari kesalahan orang lain, kemudian mempergunjingkannya kepada orang lain. Tetap saja perbuatan tersebut merupakan perbuatan sia-sia yang akan membunuh diri kita sendiri. Otomatis orang yang selalu berpikiran negatif, tidak akan pernah puas dan tidak suka melihat orang lain bahagia. Walhasil, hatinya selalu dipenuhi noda kebusukan untuk menghasut bahkan memfitnah. Hidupnya tidak akan tenang dan tidak akan pernah merasa aman dan nyaman. Hidupnya selalu sengsara dan menderita tekanan batin tingkat tinggi.





This entry was posted in

Teks Pidato Islam


http://oktadwianggoro.blogspot.co.id/search/label/Islami

Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Alkhamdulilah wasyukurilah wala khaula wala quwata illa billahil ‘aliyyul “adim.Ashadu alla illaha illallah wa asyhadu anna muhammadar rosulullah.Allauma soli ‘ala sayyidina muhammad wa’ala ali sayyidina Muhammad amma ba’du.
Kepada dewan juri yang dimuliakan Allah S.W.T., seluruh muslimin dan muslimat rokhimakumulloh.
Sebelumnya marila kita panjatkan puji syukur Alhamdulillah ke hadirat  Allah S.W.T. karena atas nikmat-Nyala kita dapat berkumpul, bermuwajah di tempat ini dengan selamat tanpa ada halangan suatu apapun.
Sholawat dan salam semoga selalu tercurah kepada junjungan kita nabi besar Muhammad SAW, beserta keluarganya, para sahabat, para tabiit-tabiin, para ulama serta terlimpah kepada kita semua sebagai umat Muhammad SAW sampaai akiruzzaman Allahumma amin.
Dalam kesempatan ini saya akan menyampaikan sebuahh dakwah dengan tema ”DISIPLIN MENEGAKAN SHALAT” DALAM Al Qur’an Surat Adz Dzariyat ayat 56 Allah berfirman :
A’udzubilahiminasyaithonirrojim Bismillahiramanirroim
Wama kholaqtul jinna wal ingsa illa liya’ budun

Thursday, 13 December 2012

Ayat-Ayat Al-Qur’an Tentang Sholat



Asalamu'alaikum wr. wb., Ya pada kesempatan kali ini saya ingin sedikit berbagai tentang Ayat-Ayat Al-Qur’an Tentang Sholat yang saya dapat dari sumber internet maupun Tugas PAI saya di sekolah. Tidak ada maksud untuk menggurui  atau apapun itu, karna memang saya sadari saya bukanlah manusia yang sempurna, tapi hanya ingin sedikit berbagi. Silahkan membacanya semoga dapat bermanfaat bagi kita semua.

Ayat-Ayat Al-Qur’an Tentang Sholat

Ayat yang Memerintahkan Mendirikan Sholat di dalam Al Qur’an banyak sekali kita jumpai perintah
mendirikan sholat seperti beberapa contoh diantaranya:
الَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِالْغَيْبِ وَيُقِيمُونَ الصَّلاةَ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُونَ 
Artinya: “(yaitu) mereka yang beriman kepada yang gaib, yang mendirikan sholat dan menafkahkan sebahagian rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka,” (QS.al Baqarah(2) : 3)
وَأَقِيمُوا الصَّلاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ وَارْكَعُوا مَعَ الرَّاكِعِينَ
Artinya: “Dan dirikanlah sholat, tunaikanlah zakat dan rukuklah beserta orang-orang yang rukuk.” (QS.al Baqarah(2) : 43)
وَاسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلاةِ وَإِنَّهَا لَكَبِيرَةٌ إِلا عَلَى الْخَاشِعِينَ
Artinya: “Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan (mengerjakan) sholat. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk,” (QS.al Baqarah(2):45)

Pengertian Dosa Mata Pelajaran PAI

Dosa adalah tindakan yang melanggar norma atau aturan yang telah ditetapkan Allah.
Hanya sekedar mengingatkan kita semuanya, bukan bermaksud untuk menggurui. Apa sajakah yang termasuk 10 macam dosa besar menurut Al Qur'an ?

1. Syirik (Menyekutukan Allah SWT).

Tentang hal ini Allah SWT berfirman:
"Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya". (An Nisaa: 48).

Dan Allah SWT berfirman:
"Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga". (Al Maidah: 72)
This entry was posted in

Sunday, 5 August 2012

Manusia Sebagai Khalifah.

http://oktadwianggoro.blogspot.co.id/

   1. Manusia Sebagai Khalifah.
وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلَائِكَةِ إِنِّي جَاعِلٌ فِي الْأَرْضِ خَلِيفَةً
"Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi". (al-Baqarah: 30)

Manusia sebagai khalifah Allah fil ardhi menjadi wakil Tuhan di muka bumi, yang memegang mandat Tuhan untuk mewujudkan kemakmuran di muka bumi. Kekuasaan yang diberikan kepada manusia bersifat kreatif, yang memungkinkan manusia mengelola serta mendayagunakan apa yang ada di bumi, untuk kepentingan hidupnya. Dengan demikian hal ini berarti ia diberi kepercayaan untuk mengelola bumi dan karenanya mesti mengetahui seluk-beluk bumi, atau paling tidak punya potensi untuk mengetahuinya.
This entry was posted in